Peduli Lingkungan Lewat Fashion.
Web ini hadir sebagai media alternative untuk membantu penyebaran bahwa fashion semata-mata tidak hanya untuk bergaya saja tapi fashion juga mampu dipilih sebagai ikon untuk gerakan cinta lingkungan serta bermanfaat bagi lingkungan.
Semalem gw iseng baca-baca artikel tentang fashion ramah lingkungan, cieeleh padahal gw sama skali ga ngerti masalah fashion, haha.. belagu bgt yak.
nah ada salah 1 artikel yang buat gw tertarik, yaitu tentang ribuan karyawan PT Coca Cola gunakan kaos daur ulang, *langsung bayangin baju dari kaleng, kya robocob dunx* haha..
Tapi ini jadi makin menguatkan pemikiran gw, klo isu dunia tentang lingkungan atau lebih dikenal dengan sebutan
global warming ga hanya bisa dicegah dengan teknologi atau sampah-sampah aja, tp fashion juga amat berperan penting.
Kya PT Coca Cola ini, ga hanya omong doang klo mereka cinta lingkungan tapi ternyata PT ini bener-bener praktek langsung, ckckc... mantap. talk less do more, TOP BGT deh.
Jadi konsepnya seperti ini, Kaos daur ulang
tersebut berasal dari 60 persen bahan katun dan sisanya
berupa plastik dari sampah bekas minuman Coca-cola ukuran 1 liter dan
1,5 liter. Bukan hanya kaos, hasil daur ulang juga
menghasilkan topi, tas. Sementara itu, untuk barang bekas
seperti kaleng dijadikan untuk hiasan vas
bunga. Sayang, inovasi ini ga dijual bebas hanya untuk karyawan Coca Cola aja... jadi klo pengen ini kaos, daftar aja jadi karyawan coca-cola, terus kluar lagi deh lanjut jadi mahasiswa gadungan kya gw ini, haha.. plak!
Yah ga ada contoh gambarnya ne guys, bayangin ajalah ya atau tunggu gw jadi desainer muda terus gw desainin tuh baju begituan buat seluruh rakyat indonesia, haha.. ngayal cui.
Eh bro and sis sekalian, minta doanya dunx buat temen gw, dy pengen banget jadi desainer muda, ya semoga cita-citanya itu bisa kesampaian ya, biar gw bisa di desainin baju gratis, haha.. *ngarep* uda ah makin ngelantur aja ne tulisan, okay see you good bye. salam mahasiswa!
Fashion itu merugikan
lingkungan? Wooo… kata sapa? Enggak juga.
Centroholic tahukan kalau
pakaian yang kita pakai sehari-hari bisa jadi barang yang sangat tidak ramah
lingkungan? Hal ini disebabkan karena kapas yang digunakan sebagai bahan baku
tekstil dihasilkan dari pertanian yang tidak ramah lingkungan. Kapas sebagai
bahan baku tekstil merupakan jenis tanaman yang tidak ramah lingkungan karena
harus secara rutin disemprotkan pestisida dan bahan kimia lainnya, yang dapat
menyebabkan timbulnya ketidakseimbangan ekosistem karena banyak tumbuhan atau
binatang lain yang mati karena dosis pestisida yang tinggi. Selain kapas yang
merupakan bahan baku dari katun, jenis tekstil lain yang tidak ramah lingkungan
adalah Nylon, dalam proses produksinya bahan Nylon menggunakan bahan kimia
Nitro Oksida yang efeknya 310 kali lipat lebih kuat dari karbondioksida dalam
menghasilkan efek rumah kaca. Wow! Gila, ngeri juga.
Klo begitu mendingan enggak usah
pakai baju dunx atau kembali ke jaman purba? Oh no !! haha… lebai kali kau nak! Enggak gitu juga
kali.
Investasikan Energimu Untuk Bumi nah salah satu cara tersimple
adalah dengan Peduli Lingkungan lewat fashion, ehm.. keren juga ya. Fashion ramah
Lingkungan dalam industri fashion sekarang ini sudah menjadi alternatif yang
mulai dilirik oleh para designer dan grup retail fashion besar. Bentuk industri
fashion yang ramah lingkungan dengan menggunakan bahan baku organik, rendah
dalam penggunaan bahan kimia baik dalam proses produksi maupun dalam proses
pewarnaan, design dibuat long last sehingga bisa disimpan dalam jangka waktu
lama, diproduksi oleh usaha yang menerapkan fair trade yaitu pekerja diupah
sesuai dengan upah standar dan dalam kondisi kerja yang layak, dan menggunakan
bahan pakaian daur ulang bahkan serat kain yang dibuat dari proses daur ulang
botol plastik.
Aduh masalahnya klo memakai
bahan serba daur ulang begitu, enggak keren dunk, enggak modis, terus gimana gw
bisa keliatan cantik, gw bisa kliatan ganteng dan tetep ok?! Ckckc... Tenang fashion ramah lingkungan itu
sebenarnya tetap fashionable, ini terbukti dari banyak designer dan perusahaan
retail yang udah mulai menerapkan hal ini.
Ini menandakan bahwa industri fashion juga peduli dengan keberlangsungan
lingkungan hidup
Well kita flashback pada
pertengahan 1998 bahwa para ahli tekstil Abigail Garner dan Thomas Petit
menemukan bahwa kain atau tekstil bisa diproduksi dengan sistem yang lebih
ramah lingkungan, yaitu menggunakan kapas organik, pewarna yang alami, dan juga
dibuat oleh pekerja yang diupah secara adil. Yup, we can still be fashionable while saving
the earth.
Kita mungkin telah sering
mendengar tentang makanan organik, yaitu makanan yang ditanam secara alami,
tanpa penggunaan bahan kimia apapun termasuk pestisida, diolah dan disajikan
dengan cara yang sehat dan ramah lingkungan. Namun sebagian besar dari kita
mungkin belum pernah mendengar atau tahu tentang Organic Fashion, right?
Meskipun mungkin di Asia dan terutamanya Indonesia, belum terlalu terdengar
ataupun dikenal, Organic Fashion telah menjadi sesuatu yang sangat besar dan
merupakan statement terdepan dari komunitas Fashion di negara - negara maju. Fashion
dan Pencemaran Lingkungan seperti Tsunami, badai, banjir, dan lainnya hanya
merupakan sebagian akibat dari perubahan alam yang tentunya berhubungan erat
dengan kontribusi peradaban manusia. Salah satu di antaranya adalah pencemaran
lingkungan yang terjadi di seluruh dunia termasuk indonesia, pencemaran yang
terjadi dari bahan-bahan kimia yang kita gunakan saat memproduksi kebutuhan
sehari-hari dan industri kita, yang salah satunya adalah industri fashion.
Tidak dapat dibantah bahwa fungsi dan dampak dari fashion dalam kehidupan
masyarakat kini sangatlah besar. Baik secara langsung maupun tidak langsung.
Banyak pakaian yang kita kenakan sekarang, terbuat dari bahan sintetis seperti
nylon dan polyester. Nylon dan polyester terbuat dari petrokimia yang
menyebabkan polusi tingkat tinggi pada lingkungan,serta menyebabkan global
warming (meningkatnya panas bumi dan suhu dunia yang menyebabkan mencairnya es
di kutub dan menyebabkan ketidakseimbangan alam serta pergeseran benua pada
akhirnya).
Keduanya juga merupakan produk
yang sulit untuk didaur ulang. Untuk memproduksi nylon, nitro oksida
"diproduksi" sebagai bagian dariprosesnya. Nitro Oksida merupakan
salah satu gas yang berbahaya dalam efek rumah kaca (greenhouse) yang
kekuatannya 310 kali lebih kuat daripada karbon dioksida dan menyebabkan
global warming. Kain katun berwarna
putih mungkin terlihat paling natural dan paling ramah lingkungan, namun pada
kenyataannya, justru lebih tidak ramah lingkungan dibandingkan dengan kain
sintetis kebanyakan. Kapas merupakan salah satu tumbuhan di dunia yang paling
tidak ramah lingkungan. Karena bukan ditujukan untuk makanan pangan, maka kapas
secara rutin disemprot dengan campuran pestisida dan bahan kimia lainnya yang
jauh lebih berat dan berbahaya daripada yang digunakan untuk tumbuhan pangan.
Di negara-negara berkembang, bahkan 50% dari pestisida digunakan untuk
menyemprot perkebunan kapas. Hasilnya tentu selain mencemarkan lingkungan,
menyebabkan penyakit bagi para pekerja perkebunan, dan memutus rantai makanan
secara alami bagi kehidupan hewani.
Bahan-bahan kimia yang digunakan selama proses pembuatan bahan-bahan dan
pakaian ini, akan terus ada dan akan terusmemberikan dampak pada penggunanya.
Karenanya semakin sering kita dengar ada anak-anak dengan kesehatan yang kurang
baik, harusmenghindari penggunaan produk-produk berbahan dasar kapas, ataupun alergi
terhadap kapur barus, dan lainnya.
Dengan banyaknya dampak buruk yang ada, maka sudah sewajarnya bagi industri
yang berdampak besar bagi kehidupan manusia itu mulai memikirkan dan mengambil
langkah untuk lebih menghijaukan industrinya. Baik secara bersama-sama, maupun
secara perorangan, sudah menjadikewajiban kita semua untuk memelihara alam
dengan lebih baik demi kenyamanan hidup bersama, dan kita bisa memulainya dari
fashion, bidangyang kita cintai bersama. Semangat "menghijaukan" itu
yang sedang dikumandangkan oleh seluruh komunitas fashion dunia.
Selain ramah lingkungan, organic fashion hijau ini juga mengusung trade fair berupa
upah layak bagi pekerja, nilai jual bahan baku yang layak, serta nilai produksi
dan nilai jual yang wajar. Berbekal harapan untuk kehidupan bersama yang lebih
baik, lingkungan yang lebih nyaman, duniatanpa kemiskinan, serta trade fair
bagi semua negara termasuk negara-negara ketiga, sebagian dari komunitas
fashion dunia mulai berusahamengubah dunia dengan cara yang mereka ketahui,
yaitu melalui Organic Fashion dan Eco Fashion. Organic Fashion berarti pakaian
yang telah di produksi dengan penggunaan bahan kimia seminimal mungkin dengan
dampak kerusakan pada lingkungan yang juga sangat minimal. Ini termasuk
minimalisasi bahan kimia yang digunakan pada setiap langkah pemrosesan, mulai
dari proses penanaman dan pemeliharaan bahan baku (kapas, bambu, rami,
dll), pengupasan,pemintalan, sampai hingga ke finishing menjadi produk
jadi berupa pakaian, tas, dan lainnya. Organic Fashion ditujukan kepada pakaian
dan produk fashion yang telah di produksi menggunakan produk-produk ramah
lingkungan dalam prosesnya, termasuk produk dan pakaian organic. Organic Fashion dapat menggunakan bahan-bahan pakaian lama
yang di recycle atau bahkan menggunakan material recycle lainnya yang
diproduksi dari botol plastik, kaleng soda, dan lainnya. Eco Fashion tidak
selalu harus dibuat menggunakan serat organic. Bagaimanapun fashion yang paling
ramah lingkungan adalah produk-produk recycle dan pakaian vintage. Karena
dengan menggunakan kembali, kita menggali fungsi dan menambahkan nilai secara
keseluruhan. Sekarang ini di negara-negara maju, terutamanya Amerika, sudah
banyak t-shirt architect ataupun green designer yang menggunakan produk-produk
daur ulang dan bahan-bahan second hand untuk menghasilkan karya-karya mereka.
Baik karya haute couture maupun ready to wear. Banyak label fashion dunia yang
telah menggunakan kain-kain vintage untuk musim ini, mengubah tekstil-tekstil
lama menjadi funky dan orisinil. Hasilnya adalah penampilan yang anda inginkan
tanpa menyengsarakan planet ini, style yang baik tanpa kerusakan alam. Lebih
jauh lagi, kini bahkan telah ada banyak show dan trade fair untuk produk-produk
Organic dan Eco Fashion, seperti Global ECO Wholesale Trade and Fashion
Showyang diadakan Febuari lalu di Las Vegas. Beberapa designer dan branddunia
seperti Giorgio Armani dan Adidas juga telah menggunakan bahanorganic seperti
rami dan bambu untuk produk-produk terbaik mereka.
Angelina Jolie, Natalie Portman, dan designer Stella Mc. Cartney, merupakan
beberapa Hollywood A-list celebrities yang juga secara konstan menggunakan
produk-produk Eco Fashion dan produk ramah lingkungan lainnya. Di India,
beberapa designer seperti Deepika Govind, Ritu Kumar, Rahul Mishra, dan Samant
Chouhan juga secara konstan telah mendukung penggunaan produk-produk Organic
dan menjadikan Eco Fashion sebagai pilihan mereka. Seperti biasanya, sebuah
perubahan tidak pernah mudah untuk dilakukan. Begitu juga perubahan dalam dunia
fashion ini. Masih kurang beragamnya jenis organic fashion yang dapat dipilih,
membuat sebagian komunitas fashion masih belum yakin untuk beralih ke industri
yang lebih hijau ini.Sebagian lagi juga mengkhawatirkan perbedaan cost yang
cukup signifikan dalam proses produksi setiap jenis produk akan mengurangi
profit yang didapatkan. Di sisi lain, permintaan dari konsumen belumlah tinggi,
dikarenakan sebagian besar konsumen masih kurang aware dengan
konsep"hijau" ini dan produk yang ditawarkan memang belum seberagam
produklainnya. Namun dapat kita yakini bahwa, sebagai manusia yangberadab dan
bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup lingkungandan isinya, secara
perlahan namun pasti, organic fashion dan eco fashion akan menjadi pilihan yang
tepat. Di Indonesia sendiri, kita telah mengenal banyak jenis penggunaan
bahan-bahan alami untuk produk fashion seperti kulit kerang, tulang, bamboo untuk
kancing, aksesoris dan lainnya. Kemudian penggunaan daun pisang, rotan, bambu
untuk produk tas dan sepatu, namun secara keseluruhan, belum ada sistem dan
konsep yang jelas tentang bagaimana membuat dan mengolah keseluruhan proses
merupakan proses yang "hijau", keterangan tentang apakah bahan -
bahan alami tersebut telah diolah menjadi serat - serat untuk bahan tekstil dan
lainnya, dan apakah keseluruhan proses tersebut mengusung sistem fair trade.
Pada akhirnya, mungkin seperti yang dikatakan oleh Katharine Hamnett, salah
seorang desainer penerima penghargaan British Designer Of The Year, "The
fashion industry tends to attract people with serious personality defects. They
just want tobe rich and famous. But at some point you have to decide: Are you
going tomindlessly go the easy way or are you going to go the ethical
way?"
Organic fashion… apaan ya? Masa
fashion dari organic? Ckck… jangan salah sangka dulu, Organic fashion
berarti pakaian yang di produksi dengan meminimalkan penggunaan bahan kimia dan
meminimalkan pula dampak kerusakan pada lingkungan. Ini termasuk minimalisasi
bahan kimia yang digunakan pada setiap langkah pemrosesan, mulai dari proses
penanaman dan pemeliharaan bahan baku, pengupasan, pemintalan, sampai hingga ke
finishing menjadi produk jadi berupa pakaian, tas, dan lainnya.
Organic Fashion ini ditujukan untuk pakaian dan produk fashion yang telah di produksi menggunakan
produk – produk ramah lingkungan. Dapat menggunakan
bahan-bahan pakaian lama yang di recycle atau bahkan menggunakan
material recycle lainnya yang diproduksi dari botol plastik, kaleng
soda, dan lainnya. Eco-fashion tidak selalu harus dibuat menggunakan serat
organik. Sebelumnya hanya segelintir desainer saja yang tertarik untuk membuat
busana yang ramah lingkungan, baik dari segi bahan yang digunakan hingga proses
pengerjaannya. Namun kini desainer kelas dunia beramai-ramai menciptakan busana
berkonsep ramah lingkungan tersebut, antara lain Stella McCartnye, Versace,
dan Diesel.
Banyak label fashion dunia yang
telah menggunakan kain-kain vintage, mengubah tekstil-tekstil lama menjadi funky
dan orisinil. Hasilnya adalah penampilan yang kita inginkan tanpa
menyengsarakan planet ini, style yang baik tanpa kerusakan alam. why not guys?!
Beberapa designer dan brand
dunia seperti Giorgio Armani dan Adidas juga
telah menggunakan bahan organik seperti rami dan bamboo untuk produk-produk
terbaik mereka. Ini bukan sekadar trend, tetapi sudah kebutuhan yang mutlak Karena menggunakan bahan yang
ramah lingkungan, soal kualitas juga dijamin oleh para desainer. Pasalnya,
pakaian tersebut memiliki pori sehingga bisa “bernapas” dan anti alergi. Gila keren banget ga tuh? Selain
itu, karena berasal dari bahan-bahan alami, pembuatan kainnya tidak akan
memakai bahan bakar fosil (minyak bumi dan batu bara), seperti halnya pada
pembuatan kain nylon atau polyester.
Bahkan dari kalangan selebriti
Hollywood, beberapa nama layak jadi panutan. Ada Angelina Jolie, Natalie
Portman, Sienna Miller, dan Alicia Silverstone. Mereka termasuk yang konsisten
mengenakan produk-produk ramah lingkungan.
Ingin mengikuti jejak para
pesohor itu dengan memakai produk fashion ramah lingkungan? Tentunya..
Perubahan lebih baik dimulai dari diri sendiri. Mungkin kita akan menjadi orang
pertama, tetapi saat orang lain mengikuti jejak kita, kita pasti akan merasa
puas. Satu langkah maju telah kita tempuh. Yakinlah, pelan tapi pasti, fashion ramah lingkunag akan menjadi pilihan yang tepat, kita senang bumi pun bahagia.
“The fashion industry
tends to attract people with serious personality defects. They just want to be
rich and famous. But at some point you have to decide: Are you going to
mindlessly go the easy way or are you going to go the ethical way?”
Kehidupan membuat kita selalu
menginginkan untuk membangun sesuatu yang besar dan canggih di alam ini.
Namun apa itu semua menjadikan kita lebih manusiawi? Dalam hidup kita
fokus untuk mengambil apa-apa dari alam, sementara alam memberikan segalanya
untuk kita. Nah itulah yang mendasari kenapa dibikin, acara ini dengan harapan
ingin menebarkan makna dari bersyukur dan berterimakasih kepada
alam.
Seperti yang paparkan pihak teh
kotak dalam seminar investo kemarin, bahwa makna dari kegiatan ini adalah
sebuah bentuk ekspresi rasa syukur karena kita sudah diberi kenikmatan besar
dari alam. Suatu aksi persembahan untuk alam, dengan semangat “peduli” “menghargai”
dan kembali” kepada alam. Suatu sikap positif di mana kita, berusaha untuk
memanfaatkan alam sebaik-baiknya tanpa merusaknya. Sebuah motivasi untuk
berbuat baik lagi untuk alam, sebuah perjalanan inspirasi untuk mencapai
keselarasan dan harmoni kehidupan kita dengan alam, untuk masa depan yang lebih
baik. Sebuah wujud pelepasan emosi kerinduan akan alam, sekaligus pencarian
kembali makna ketenangan jiwa dan kesegaran pikiran dalam menikmati hidup
sebagai bagian dari alam.
Ini adalah Seminar sekaligus
workshop bertemakan alam pertama yang pernah saya kunjungi. Melihat kondisi
alam yang semakin hari semakin memprihatinkan memang cocok banget dengan tema
kegiatan ini. Diramaikan oleh banyak komunitas bertemakan alam, seperti
Semarang berkebun, Kelompok Studi Lingkungan (KSL), Athmosphere, Semarang
Reptile Community (SMART).
Bukti dukungan dari saya sendiri
adalah dengan datang ke acara seminar skaligus workshop investo, mengikuti
serangkaian lomba yang diadakan kompas muda, menjadi salah satu friendlist kompas
muda dalam facebook dan twitter, menjadi salah satu personil kelompok studi
lingkungan di undip, ikut serta dalam kegiatan mangrove yang kerap kali
diadakan KSL undip.
Yup, acara Investo atau
Investasikan Energimu Untuk Bumi ini emang keren banget, sayangnya kemaren dian
cuma sempat muter-muter di sebagian stan yang ada saja, gak semuanya, belum
sempat juga melihat-lihat acara yang sedang berlangsung di panggung utama yang
dihadiri oleh rini idol *wah fans berat nih*. Padahal di sana banyak yang keren-keren,
ada workshop, pameran, lomba-lomba juga. Semoga kedepannya bakal ada
event-event keren yang bertemakan Lingkungan seperti ini lagi. Sukses terus
buat smuanya, hidup mahasiswa!
Begitu isinya dibaca habis, biasanya koran langsung ditumpuk dan
kalau sudah banyak dijual kiloan. Namun, ide awak redaksi Metro,
sebuah koran yang terbit di Inggris, dan sejumlah ahli makanan
benar-benar melompat keluar dari pakem itu.
Mungkin terinspirasi Willy Wonka, tokoh dalam film Chocolate Factory,
yang membuat segala sesuatu di sekitar kita bisa dimakan, mereka
menciptakan bentuk koran Metro yang bisa dimakan.
Seperti dilansir situs Metro.co.uk, kerja sama itu menghasilkan koran
yang bisa dimakan. Jadi begitu selesai dibaca, koran tak perlu dibuang,
tetapi langsung dimakan saja.
Heston Blumenthal, si ilmuwan kuliner, punya peran besar dalam
mewujudkan ide unik ini. "Koran yang bisa dimakan ini sedikit banyak
merupakan obsesi saya," katanya. Soal rasa bagaimana? Para relawan sudah mencabik-cabik koran itu dengan
gigi mereka dan menelannya. Mereka pun menganggukkan kepala dan
menilai koran itu lezat.
Tentu saja produksi koran itu tidak hanya membutuhkan editing yang
ketat, tetapi pengolahan adonan yang cermat pula. Adonan itu sendiri
terdiri atas tepung maizena, minyak sayur, permen arab, air dan asam
sitrat yang dimasak hingga menjadi pasta liat dan dibentuk menjadi
lembaran. Pasta itu kemudian ditaburkan ke lembaran tipis itu melalui kasa sutra
yang diatur sedemikian rupa menjadi headline, foto dan artikel.
Proses pembuatan dan pencetakan koran lezat ini membutuhkan beberapa
jam. Untuk mengeringkannya butuh waktu sedikit lama. Untuk polesan
terakhir, koran itu diberi aroma vanila yang baunya lembut.
Charles Bouquet, dari Edible Paper Company, mengatakan proyek itu akan
mendorong kebiasaan daur ulang dalam masyarakat. "Kami berharap ini
memberikan tambahan aroma pada berita dan menyajikan menu isu-isu
terkini yang lebih berwarna."
Yaah… ini dia kompetisi yang
menurut saya lain dari yang lain, karena selain mengadu kreativitas, tetapi
juga dapat menambah wawasan akan pentingnya menjaga kelestarian alam. Kondisi alam
yang semakin memprihatinkan ini, tentu
sudah menjadi buah bibir publik pada abad ini. Hal ini karena menurut beberapa
penelitian, kondisi alam sekitar sudah sangat minim disertai dengan laju
pertambahan penduduk dunia yang semakin meningkat. Bekerjasama dengan Pertamina,
dan beberapa sponsorship lainnya Kompas MuDA memeriahkan ulang tahunnya yang
ke-5 dengan mengadakan beberapa kompetisi untuk tingkat pelajar dan mahasiswa.
Kompetisi WEB Kompas MuDA ini merupakan salah satu kompetisi dari
beberapa kompetisi yang diadakan. Kompetisi ini mengangkat tema yang sangat
fenomenal dengan kondisi saat ini, yaitu "INVESTASIKAN ENERGIMU UNTUK
BUMI". Suatu tema yang sangat menarik dan sayang jika dilewatkan
begitu saja.
Saya mengetahui kompetisi ini
melalui budhe saya. Yah, walaupun saya agak terlambat mengetahui info ini. Kadang saya berpikir untuk mengobati penasaran dengan kegagalan, daripada tenggelam dengan rencana jadi apapun hasilnya saya
tetap berniat untuk mengikuti kompetisi ini karena saya ingin mempunyai pengalaman
dan wawasan yang lebih luas ketika menulis sesuatu yang bermanfaat. Jadi,
apapun yang terjadi yang penting mencoba dulu. Saya juga mengucapkan banyak
terimakasih kepada semua pihak yang ikut berpartisipasi dalam menyelenggarakan kompetisi
ini. Kegiatan ini memberi manfaat bagi kami, mudawan Indonesia di tengah
maraknya berbagai kasus yang menjerat muda-mudi Indonesia, seperti narkoba,
seks bebas, pornografi, dan whatever apapun itu, terlalu
banyak masalah yang menjerat muda-mudi masa kini jadi alangka baiknya jikalau
muda-mudi Indonesia lebih banyak memanfaatkan waktu yang ada dengan mengikuti
kegiatan-kegiatan seperti ini. Haha tua banget ini omongan, yaudalah yang penting Hidup
mahasiswa!
Tunjukkan bahwa kita bangsa yang
peduli Lingkungan.
"CANTIK-cantik kok buang sampah sembarangan sih?" Ups,
jangan sampai dapet komentar seperti itu. Tak dapat dipungkiri,
kebiasaan jelek yang dapat merusak lingkungan bisa menurunkan kadar
kecantikanmu. Percuma saja memakai pakaian yang fashionable,
perawatan wajah mahal dan alami, tidak lupa pakai parfum keluaran
terbaru dari luar negeri pula, tetapi suka seenaknya buang sampah sembarangan. cih!
Ladies, coba kita lihat lingkungan di sekitarmu, berapa banyak sampah yang
menumpuk? Kalau kita berpikir, "bodo amat, bukan cuma gw yang
buang sampah sembarangan," Itu menunjukkan kalau lu belum mencintai
lingkungan lu dengan sepenuh hati. Jika kebiasaan kya gini lu biarin, bayangkan beberapa tahun
lagi, nggak mau dong kalau lu harus mandi dengan air yang bau limbah
atau jadi korban banjir.
Mencintai lingkungan adalah sebuah upaya yang harus dibiasakan. Tidak
hanya kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, ada beberapa kebiasaan
lain yang harus lu lakuin sebagai bukti bahwa lu mencintai dan
peduli pada lingkungan hidup. Menjadi perempuan cantik tidak hanya di
luar, tetapi dibuktikan dengan sikap yang baik, termasuk:
Sayang Air Bersih
Pada kenyataannya beberapa kota di Indonesia mulai mengalami krisis air bersih dan masih
terjadi hingga saat ini. Jika lu ga percaya, silahkan cek di
berbagai mesin pencari. Mungkin masalah yang satu ini belum terlalu rasakan
karena masih menikmati limpahan air bersih setiap saat. Tetapi tidak
ada salahnya jika kita juga mulai mencintai persediaan air bersih,
sehingga anak cucu kita juga dapat menikmati air bersih yang layak.
Semisal saat kita mencuci wajah, jangan terus membiarkan keran wastafel mengalir
dari awal hingga akhir. Tampung air di dalam cawan dan perkirakan
jumlahnya untuk mencuci wajah Anda. Kebiasaan yang kecil ini bisa
menampung jutaan galon persediaan air bersih setiap tahun.
Bawa Tas Belanja dari Rumah
We love shopping, right? haha...Sekarang bayangkan berapa tumpukan kantong
plastik yang kita kumpulkan setiap selesai berbelanja. Lalu kalikan
dalam kurun waktu satu tahun. Lalu kalikan lagi dengan berapa banyak
jumlah penduduk dunia, baik pria dan wanita yang memang membutuhkan
wadah untuk menampung barang belanjaan mereka. Lebih parah lagi jika
plastik tersebut tidak dapat didaur ulang secara alami.
Untuk mengurangi limbah kantong plastik, kita bisa membawa tas dari
bahan kain sebelum berbelanja. Selain bisa melindungi Bumi dari tumpukan
sampah plastik, tas yang Anda gunakan bisa dipakai berkali-kali. kita
bisa memilih tas dari bahan kanvas misalnya. Takut terlihat kuno?
Percaya deh, tidak ada yang lebih seksi dan menawan daripada perempuan
yang pintar merawat diri sekaligus peduli dengan lingkungan hidup serta
melakukan contoh nyata.
Jeli Membuat Barang Daur Ulang
Tidak semua sampah harus di buang dan berakhir di Tempat Pembuangan
Akhir. Kita bisa memakai berbagai sampah yang terbuang dan disulap
menjadi berbagai aksesoris daur ulang. Sulit? Cape? Ribet? Kata siapa? nyoba aja belom udah bilang susah? ah pemalas kali kau nak!
Kita bisa
melihat berbagai tutorial yang ada di berbagai website, salah satunya
adalah Youtube. Contoh-contoh fashion item hasil daur ulang kreatif ada
dalam artikel Tas, Clutch, Pita dan Dasi Dari Koran Bekas.
Hilangkan anggapan bahwa memakai barang bekas yang seharusnya menjadi
sampah tidak keren sama sekali. Dengan membuat berbagai fashion item
dari sampah yang masih bisa dipakai, Kita bisa semakin kreatif, tidak
ada yang meniru fashion item kita, dan semakin banyaknya masyarakat yang
sadar pentingnya menjaga lingkungan hidup, mahir membuat barang daur
ulang bisa menjadi lahan bisnis yang menjanjikan.
Biasakan Naik Sepeda atau Jalan Kaki
Jika lokasi yang kita tuju memang jauh, why not? silahkan memakai kendaraan
bermotor. Tetapi jika kita hanya akan pergi ke swalayan yang jaraknya
tidak lebih dari 500 meter, kenapa enggak jalan aja? karena naik kendaraan hanya akan menambah jumlah polusi udara jika Anda
memakai kendaraan bermotor. Anda pasti miris melihat angka pencemaran
polusi udara yang ditunjukkan oleh alat penghitung jumlah polusi udara
yang sudah banyak terpasang di berbagai sudut jalan-jalan besar.
Agar udara yang kita hirup tetap segar, kenapa tidak mencoba untuk
kembali berjalan kaki untuk mencapai tempat-tempat yang tidak terlalu
jauh atau naik sepeda ke kantor? Selain lebih sehat untuk tubuh dan
kesehatan, kegiatan tersebut akan sangat membantu pengurangan
jumlah polusi, sekaligus menghemat jumlah persediaan bahan baku minyak
Bumi yang semakin menipis.
Ikuti Perkembangan Organisasi Pelestarian Lingkungan
Menyaksikan peragaan busana, perawatan tubuh di salon dan datang ke
sebuah butik memang menyenangkan. Hanya saja, sebagai perempuan cantik
yang sadar akan perkembangan lingkungan, jangan cuek dengan berbagai
berita dan perkembangan lingkungan yang ada di sekitar. Coba selalu cari
tahu berita mengenai lingkungan hidup, tidak hanya di Indonesia, tetapi
di seluruh dunia.
Anda bisa mengujungi berbagai situs lingkungan hidup, misalnya saja http://www.unep.org yang merupakan situs resmi dari United Nations Environment Programme. Dari Indonesia, Anda bisa mengunjungi situs http://www.walhi.or.id.
Ikuti juga berita dari Greenpeace dari setiap negara. Tidak ada
salahnya jika kita bergabung dengan organisasi lingkungan hidup untuk
meramaikan penghijauan dan berbagai kegiatan cinta lingkungan.
Jika kita sudah membiasakan diri untuk mencintai lingkungan, maka tidak
hanya kita yang akan merasakan kondisi lingkungan yang semakin membaik.
Anak cucu kita nanti juga akan menikmati Bumi yang hijau dengan limpahan air
bersih dan bebas dari berbagai polusi. Semakin peduli lingkungan hidup,
aura cantikmu semakin terpancar. Hey Ladies!
LONDON, KOMPAS.com -- Stella Nina McCartney akan
meluncurkan produk kacamata ramah lingkungan tahun depan. Lebih dari 50
persen bahannya bersifat alami dan terbarukan.
Perancang fashion
dan penggiat aksi peduli lingkungan dari Inggris ini merupakan seorang
vegetarian dan menolak untuk menggunakan kulit atau bulu binatang dalam
karyanya. Kepada WWD, putri Paul McCartney dari (mendiang)
Linda ini mengatakan, "Tantangan terbesar adalah jumlah waktu yang
dihabiskan untuk penelitian dan pengujian untuk mendapatkan produk
dengan kualitas terbaik, mungkin dengan kinerja tertinggi dalam hal
ketahanan, sementara tetap memertahankan gaya dan kesempurnaan, yang
selalu kami coba untuk mencapainya." Ini bukan kali pertama Stella membuat kacamata Self-Energy Generating Glasses.
Self-Energy Generating Glasses (SIG Glasses) adalah kacamata hitam atau boleh dibilang "kacamata gaul" yang juga sekaligus merupakan alat untuk isi ulang baterai.
Dengan
menggunakan kaca khusus maka kacamata ini selain untuk melindungi
anda dari sinar UV juga berfungsi seperti layaknya sel surya (solar
cell) yang akan menyerap energi matahari dan mengubahnya menjadi tenaga
listrik.
Didisain oleh
Hyun-Joong Kim dan Kwang-Seok Jeong, bagian belakang rangka kacamata
telah disediakan kabel untuk isi ulang gadget.
Masih menurut mereka, material/ bahan yang digunakan juga ramah lingkungan.
Semoga saja kacamata seperti ini terwujud mengingat pasti kita sering menggunakan kacamata hitam pada saat berkendara.
Indonesia
merupakan daerah yang rentan terdahap perubahan iklim dan juga
berpotensi memberikan kontribusi terhadap peningkatan emisi GRK.
Demikian disampaikan Deputi Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan dan
Perubahan Iklim yang diwakili oleh Asisten Deputi Urusan Mitigasi dan
Pelestarian Fungsi Atmosfir dalam sambutan Simosium Penelitian Perubahan
Iklim pada tanggal 3 Oktober 2011 di IPB International Convention
Center, Bogor. Disampaikan juga bahwa sudah banyak peneliti Indonesia
baik dari kalangan pemerintah, akademisi maupun organisasi
non-pemerintah melakukan kajian ilmiah terkait kegiatan adaptasi dan
mitigasi perubahan iklim. Namun demikian masih belum termanfaatkan
secara optimal dan belum mengakomodasi dengan baik berbagai persoalan
mendasar dan mendesak yang dibutuhkan untuk mengatasi pemanasan global
dan perubahan iklim ini.
Simposium
hasil kerjasama Kementerian Lingkungan Hidup dan Institut Pertanian
Bogor ini dibuka oleh Prof. Dr. Ir. Bambang Pramudya N, M.Eng selaku
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) - IPB dalam
sambutannya disampaikan bahwa perumusan solusi pemasalahan perubahan
iklim yang komplek dari hulu ke hilir, baik untuk kegiatan mitigai
maupun adaptasi merupakan pekerjaan besar yang membutuhkan kerjasama
multidisiplin antar peneliti serta harus melibatkan peran pemerintah dan
para stakeholder.
Disamping dalam rangka mengkristalkan bentuk
forum ilmiah yakni IPCC_indonesia, agenda Simposium ini juga
mempresentasikan kegiatan riset dan kajian ilmiah serta beberapa seleksi
hasil penelitian IPB terkait mitigasi dan adaptasi perubahan iklim
selama lima tahun terakhir.
Dalam Sesi I terkait dengan kegiatan riset dan kajian ilmiah disajikan beberapa paparan antara lain :
Kegiatan riset IPB untuk mendukung pembangunan sistem pertanian yang
tahan terhadap pemanasan global dan perubahan iklim (Dr. Rini
Hidayati);
Aspek sosial dan kelembagaan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan mitigasi dan adaptasi di daerah (Dr. Lala Kolopaking)
Kajian ilmiah perubahan iklim dan hubungan dengan kejadian iklim ekstrim di Indonesia (Dr. Akhmad Faqih).
Sedangkan
pada Sesi Penelitian terkait Adaptasi Perubahan iklim dipresentasikan :
(1) Teknologi Pengelolaan Air Hujan di Perkebunan Kelapa Sawit sebagai
upaya adaptasi perubahan iklim (Prof Dr. Handoko); (2) Pengelolaan
Dampak perubahan iklim global terhadap perikanan (Dr. Sulistyono dkk);
(3) Strategi Pengendalian hama dan penyakit tanaman akibat perubahan
iklim (Dr. Suryo Wiyono) dan (4). Pengembangan sekolah lapang iklim
dalam mendukung petani menghadapi masalah pemanasan global dan perubahan
iklim (Prof. Rizaldi Boer).
Sesi terakhir disampaikan hasil
pelitian terkait dengan Mitigasi Perubahan iklim yakni :
Dampak
Ekonomi makro pelaksanaan kegiatan mitigasi perubahan iklim pada lahan
gambut (Dr. Lukytawati Anggraeni)
Peran lautan Indonesia sebagai
rosot GRK? (Dr. Aryo Damar)
Teknologi peningkatan produktivitas
ternak ruminansia yang rendah emisi (Dr. Suryahadi, Dr. Idat G Permana)
Teknologi Pengelolaan Tata Air di Lahan Gambut untuk menekan
emisi GRK (Prof. Dr. Budi Indra).
Diskusi ditutup dengan
pemantapan model IPCC Indonesia yang terdiri dari :
Komite Pengarah
Kelompok Kerja, dan Sekretariat. Kelompok Kerja tidak
bersifat mutlak dan dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan, dimana
dalam Kelompok Kerja ini terdiri dari para pakar dan praktisi yang
berasal dari berbagai perguruan tinggi, lembaga penelitian, perhimpunan
profesi, ikatan tenaga ahli, asosiasi pengusaha, asosiasi pemerintah
daerah dan organisasi non-pemerintah.
Luaran yang diharapkan dari
Kelompok Kerja ini adalah Laporan Sintesis (Synthesis Report), Laporan Khusus (Special Report) dan Laporan Teknis yang merupakan
tambahan terhadap laporan sistesis atau khusus. Laporan Sintesis
merupakan luaran kunci dari forum ini yang akan bermanfaat khususnya
bagi pembuat kebijakan. Laporan Khusus berisikan hasil analisis dan
kajian yang mendalam terhadap masalah tertentu terkait dengan
inventarisasi, mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
Agenda
selanjutnya akan diadakan Simposium serupa bekerjasama dengan
Universitas Mulawarman yang direncanakan pada tanggal 18 Oktober 2011 di
Samarinda dan sebagai puncak acara rangkaian agenda di tahun 2011 ini,
akan dilaksanakan agenda National Summit Meeting on Climate Change yang
direncanakan di Bali pada tanggal 25 Oktober 2011. Diharapkan pada acara
Summit Meeting ini dapat diperoleh kesepakatan penyusunan Workplan 2012
– 2015 sesuai dengan perkembangan isu strategis perubahan iklim.