Slogan

Kompetisi Web Kompas MuDA & Pertamina

30 January, 2012

Investasikan Energimu Untuk Bumi


Investo!
Investasikan energimu untuk Bumi

Fashion can harm the environment?
Fashion itu merugikan lingkungan? Wooo… kata sapa? Enggak juga.
Centroholic tahukan kalau pakaian yang kita pakai sehari-hari bisa jadi barang yang sangat tidak ramah lingkungan? Hal ini disebabkan karena kapas yang digunakan sebagai bahan baku tekstil dihasilkan dari pertanian yang tidak ramah lingkungan. Kapas sebagai bahan baku tekstil merupakan jenis tanaman yang tidak ramah lingkungan karena harus secara rutin disemprotkan pestisida dan bahan kimia lainnya, yang dapat menyebabkan timbulnya ketidakseimbangan ekosistem karena banyak tumbuhan atau binatang lain yang mati karena dosis pestisida yang tinggi. Selain kapas yang merupakan bahan baku dari katun, jenis tekstil lain yang tidak ramah lingkungan adalah Nylon, dalam proses produksinya bahan Nylon menggunakan bahan kimia Nitro Oksida yang efeknya 310 kali lipat lebih kuat dari karbondioksida dalam menghasilkan efek rumah kaca. Wow! Gila, ngeri juga.
Klo begitu mendingan enggak usah pakai baju dunx atau kembali ke jaman purba? Oh no !!  haha… lebai kali kau nak! Enggak gitu juga kali.
Investasikan Energimu Untuk Bumi nah salah satu cara tersimple adalah dengan Peduli Lingkungan lewat fashion, ehm.. keren juga ya. Fashion ramah Lingkungan dalam industri fashion sekarang ini sudah menjadi alternatif yang mulai dilirik oleh para designer dan grup retail fashion besar. Bentuk industri fashion yang ramah lingkungan dengan menggunakan bahan baku organik, rendah dalam penggunaan bahan kimia baik dalam proses produksi maupun dalam proses pewarnaan, design dibuat long last sehingga bisa disimpan dalam jangka waktu lama, diproduksi oleh usaha yang menerapkan fair trade yaitu pekerja diupah sesuai dengan upah standar dan dalam kondisi kerja yang layak, dan menggunakan bahan pakaian daur ulang bahkan serat kain yang dibuat dari proses daur ulang botol plastik.
Aduh masalahnya klo memakai bahan serba daur ulang begitu, enggak keren dunk, enggak modis, terus gimana gw bisa keliatan cantik, gw bisa kliatan ganteng dan tetep ok?! Ckckc...  Tenang fashion ramah lingkungan itu sebenarnya tetap fashionable, ini terbukti dari banyak designer dan perusahaan retail yang udah mulai menerapkan hal ini.  Ini menandakan bahwa industri fashion juga peduli dengan keberlangsungan lingkungan hidup
Well kita flashback pada pertengahan 1998 bahwa para ahli tekstil Abigail Garner dan Thomas Petit menemukan bahwa kain atau tekstil bisa diproduksi dengan sistem yang lebih ramah lingkungan, yaitu menggunakan kapas organik, pewarna yang alami, dan juga dibuat oleh pekerja yang diupah secara adil.  Yup, we can still be fashionable while saving the earth.
Kita mungkin telah sering mendengar tentang makanan organik, yaitu makanan yang ditanam secara alami, tanpa penggunaan bahan kimia apapun termasuk pestisida, diolah dan disajikan dengan cara yang sehat dan ramah lingkungan. Namun sebagian besar dari kita mungkin belum pernah mendengar atau tahu tentang Organic Fashion, right? Meskipun mungkin di Asia dan terutamanya Indonesia, belum terlalu terdengar ataupun dikenal, Organic Fashion telah menjadi sesuatu yang sangat besar dan merupakan statement terdepan dari komunitas Fashion di negara - negara maju. Fashion dan Pencemaran Lingkungan seperti Tsunami, badai, banjir, dan lainnya hanya merupakan sebagian akibat dari perubahan alam yang tentunya berhubungan erat dengan kontribusi peradaban manusia. Salah satu di antaranya adalah pencemaran lingkungan yang terjadi di seluruh dunia termasuk indonesia, pencemaran yang terjadi dari bahan-bahan kimia yang kita gunakan saat memproduksi kebutuhan sehari-hari dan industri kita, yang salah satunya adalah industri fashion. Tidak dapat dibantah bahwa fungsi dan dampak dari fashion dalam kehidupan masyarakat kini sangatlah besar. Baik secara langsung maupun tidak langsung. Banyak pakaian yang kita kenakan sekarang, terbuat dari bahan sintetis seperti nylon dan polyester. Nylon dan polyester terbuat dari petrokimia yang menyebabkan polusi tingkat tinggi pada lingkungan,serta menyebabkan global warming (meningkatnya panas bumi dan suhu dunia yang menyebabkan mencairnya es di kutub dan menyebabkan ketidakseimbangan alam serta pergeseran benua pada akhirnya).
Keduanya juga merupakan produk yang sulit untuk didaur ulang. Untuk memproduksi nylon, nitro oksida "diproduksi" sebagai bagian dariprosesnya. Nitro Oksida merupakan salah satu gas yang berbahaya dalam efek rumah kaca (greenhouse) yang kekuatannya 310 kali lebih kuat daripada karbon dioksida  dan menyebabkan global warming.  Kain katun berwarna putih mungkin terlihat paling natural dan paling ramah lingkungan, namun pada kenyataannya, justru lebih tidak ramah lingkungan dibandingkan dengan kain sintetis kebanyakan. Kapas merupakan salah satu tumbuhan di dunia yang paling tidak ramah lingkungan. Karena bukan ditujukan untuk makanan pangan, maka kapas secara rutin disemprot dengan campuran pestisida dan bahan kimia lainnya yang jauh lebih berat dan berbahaya daripada yang digunakan untuk tumbuhan pangan. Di negara-negara berkembang, bahkan 50% dari pestisida digunakan untuk menyemprot perkebunan kapas. Hasilnya tentu selain mencemarkan lingkungan, menyebabkan penyakit bagi para pekerja perkebunan, dan memutus rantai makanan secara alami bagi kehidupan hewani.

Bahan-bahan kimia yang digunakan selama proses pembuatan bahan-bahan dan pakaian ini, akan terus ada dan akan terusmemberikan dampak pada penggunanya. Karenanya semakin sering kita dengar ada anak-anak dengan kesehatan yang kurang baik, harusmenghindari penggunaan produk-produk berbahan dasar kapas, ataupun alergi terhadap kapur barus, dan lainnya.
Dengan banyaknya dampak buruk yang ada, maka sudah sewajarnya bagi industri yang berdampak besar bagi kehidupan manusia itu mulai memikirkan dan mengambil langkah untuk lebih menghijaukan industrinya. Baik secara bersama-sama, maupun secara perorangan, sudah menjadikewajiban kita semua untuk memelihara alam dengan lebih baik demi kenyamanan hidup bersama, dan kita bisa memulainya dari fashion, bidangyang kita cintai bersama. Semangat "menghijaukan" itu yang sedang dikumandangkan oleh seluruh komunitas fashion dunia.

Selain ramah lingkungan, organic fashion hijau ini juga mengusung trade fair berupa upah layak bagi pekerja, nilai jual bahan baku yang layak, serta nilai produksi dan nilai jual yang wajar. Berbekal harapan untuk kehidupan bersama yang lebih baik, lingkungan yang lebih nyaman, duniatanpa kemiskinan, serta trade fair bagi semua negara termasuk negara-negara ketiga, sebagian dari komunitas fashion dunia mulai berusahamengubah dunia dengan cara yang mereka ketahui, yaitu melalui Organic Fashion dan Eco Fashion. Organic Fashion berarti pakaian yang telah di produksi dengan penggunaan bahan kimia seminimal mungkin dengan dampak kerusakan pada lingkungan yang juga sangat minimal. Ini termasuk minimalisasi bahan kimia yang digunakan pada setiap langkah pemrosesan, mulai dari proses penanaman dan pemeliharaan bahan baku (kapas, bambu, rami, dll),  pengupasan,pemintalan, sampai hingga ke finishing menjadi produk jadi berupa pakaian, tas, dan lainnya. Organic Fashion ditujukan kepada pakaian dan produk fashion yang telah di produksi menggunakan produk-produk ramah lingkungan dalam prosesnya, termasuk produk dan pakaian organic. Organic  Fashion dapat menggunakan bahan-bahan pakaian lama yang di recycle atau bahkan menggunakan material recycle lainnya yang diproduksi dari botol plastik, kaleng soda, dan lainnya. Eco Fashion tidak selalu harus dibuat menggunakan serat organic. Bagaimanapun fashion yang paling ramah lingkungan adalah produk-produk recycle dan pakaian vintage. Karena dengan menggunakan kembali, kita menggali fungsi dan menambahkan nilai secara keseluruhan. Sekarang ini di negara-negara maju, terutamanya Amerika, sudah banyak t-shirt architect ataupun green designer yang menggunakan produk-produk daur ulang dan bahan-bahan second hand untuk menghasilkan karya-karya mereka. Baik karya haute couture maupun ready to wear. Banyak label fashion dunia yang telah menggunakan kain-kain vintage untuk musim ini, mengubah tekstil-tekstil lama menjadi funky dan orisinil. Hasilnya adalah penampilan yang anda inginkan tanpa menyengsarakan planet ini, style yang baik tanpa kerusakan alam. Lebih jauh lagi, kini bahkan telah ada banyak show dan trade fair untuk produk-produk Organic dan Eco Fashion, seperti Global ECO Wholesale Trade and Fashion Showyang diadakan Febuari lalu di Las Vegas. Beberapa designer dan branddunia seperti Giorgio Armani dan Adidas juga telah menggunakan bahanorganic seperti rami dan bambu untuk produk-produk terbaik mereka.
Angelina Jolie, Natalie Portman, dan designer Stella Mc. Cartney, merupakan beberapa Hollywood A-list celebrities yang juga secara konstan menggunakan produk-produk Eco Fashion dan produk ramah lingkungan lainnya. Di India, beberapa designer seperti Deepika Govind, Ritu Kumar, Rahul Mishra, dan Samant Chouhan juga secara konstan telah mendukung penggunaan produk-produk Organic dan menjadikan Eco Fashion sebagai pilihan mereka. Seperti biasanya, sebuah perubahan tidak pernah mudah untuk dilakukan. Begitu juga perubahan dalam dunia fashion ini. Masih kurang beragamnya jenis organic fashion yang dapat dipilih, membuat sebagian komunitas fashion masih belum yakin untuk beralih ke industri yang lebih hijau ini.Sebagian lagi juga mengkhawatirkan perbedaan cost yang cukup signifikan dalam proses produksi setiap jenis produk akan mengurangi profit yang didapatkan. Di sisi lain, permintaan dari konsumen belumlah tinggi, dikarenakan sebagian besar konsumen masih kurang aware dengan konsep"hijau" ini dan produk yang ditawarkan memang belum seberagam produklainnya. Namun dapat kita yakini bahwa, sebagai manusia yangberadab dan bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup lingkungandan isinya, secara perlahan namun pasti, organic fashion dan eco fashion akan menjadi pilihan yang tepat. Di Indonesia sendiri, kita telah mengenal banyak jenis penggunaan bahan-bahan alami untuk produk fashion seperti kulit kerang, tulang, bamboo untuk kancing, aksesoris dan lainnya. Kemudian penggunaan daun pisang, rotan, bambu untuk produk tas dan sepatu, namun secara keseluruhan, belum ada sistem dan konsep yang jelas tentang bagaimana membuat dan mengolah keseluruhan proses merupakan proses yang "hijau", keterangan tentang apakah bahan - bahan alami tersebut telah diolah menjadi serat - serat untuk bahan tekstil dan lainnya, dan apakah keseluruhan proses tersebut mengusung sistem fair trade.
Pada akhirnya, mungkin seperti yang dikatakan oleh Katharine Hamnett, salah seorang desainer penerima penghargaan British Designer Of The Year, "The fashion industry tends to attract people with serious personality defects. They just want tobe rich and famous. But at some point you have to decide: Are you going tomindlessly go the easy way or are you going to go the ethical way?"
Organic fashion… apaan ya? Masa fashion dari organic? Ckck… jangan salah sangka dulu, Organic fashion berarti pakaian yang di produksi dengan meminimalkan penggunaan bahan kimia dan meminimalkan pula dampak kerusakan pada lingkungan. Ini termasuk minimalisasi bahan kimia yang digunakan pada setiap langkah pemrosesan, mulai dari proses penanaman dan pemeliharaan bahan baku, pengupasan, pemintalan, sampai hingga ke finishing menjadi produk jadi berupa pakaian, tas, dan lainnya.
Organic Fashion ini ditujukan untuk pakaian dan produk fashion yang telah di produksi menggunakan produk – produk ramah lingkungan. Dapat menggunakan bahan-bahan pakaian lama yang di recycle atau bahkan menggunakan material recycle lainnya yang diproduksi dari botol plastik, kaleng soda, dan lainnya. Eco-fashion tidak selalu harus dibuat menggunakan serat organik. Sebelumnya hanya segelintir desainer saja yang tertarik untuk membuat busana yang ramah lingkungan, baik dari segi bahan yang digunakan hingga proses pengerjaannya. Namun kini desainer kelas dunia beramai-ramai menciptakan busana berkonsep ramah lingkungan tersebut, antara lain Stella McCartnye, Versace, dan Diesel.
Banyak label fashion dunia yang telah menggunakan kain-kain vintage, mengubah tekstil-tekstil lama menjadi funky dan orisinil. Hasilnya adalah penampilan yang kita inginkan tanpa menyengsarakan planet ini, style yang baik tanpa kerusakan alam. why not guys?!
Beberapa designer dan brand dunia seperti Giorgio Armani dan Adidas juga telah menggunakan bahan organik seperti rami dan bamboo untuk produk-produk terbaik mereka. Ini bukan sekadar trend, tetapi sudah kebutuhan yang mutlak Karena menggunakan bahan yang ramah lingkungan, soal kualitas juga dijamin oleh para desainer. Pasalnya, pakaian tersebut memiliki pori sehingga bisa “bernapas” dan anti alergi. Gila keren banget ga tuh? Selain itu, karena berasal dari bahan-bahan alami, pembuatan kainnya tidak akan memakai bahan bakar fosil (minyak bumi dan batu bara), seperti halnya pada pembuatan kain nylon atau polyester.
Bahkan dari kalangan selebriti Hollywood, beberapa nama layak jadi panutan. Ada Angelina Jolie, Natalie Portman, Sienna Miller, dan Alicia Silverstone. Mereka termasuk yang konsisten mengenakan produk-produk ramah lingkungan.
Ingin mengikuti jejak para pesohor itu dengan memakai produk fashion ramah lingkungan? Tentunya.. Perubahan lebih baik dimulai dari diri sendiri. Mungkin kita akan menjadi orang pertama, tetapi saat orang lain mengikuti jejak kita, kita pasti akan merasa puas. Satu langkah maju telah kita tempuh. Yakinlah, pelan tapi pasti, fashion ramah lingkunag akan menjadi pilihan yang tepat, kita senang bumi pun bahagia.
“The fashion industry tends to attract people with serious personality defects. They just want to be rich and famous. But at some point you have to decide: Are you going to mindlessly go the easy way or are you going to go the ethical way?”

Tulisan ini diikut sertakan dalam Kompetisi Web Kompas MuDA & Pertamina.

29 January, 2012

Investo mamen


Kehidupan membuat kita selalu menginginkan untuk membangun sesuatu yang besar dan canggih di alam ini.  Namun apa itu semua menjadikan kita lebih manusiawi? Dalam hidup kita fokus untuk mengambil apa-apa dari alam, sementara alam memberikan segalanya untuk kita. Nah itulah yang mendasari kenapa dibikin, acara ini dengan harapan ingin  menebarkan makna dari bersyukur dan berterimakasih kepada alam.
 Seperti yang paparkan pihak teh kotak dalam seminar investo kemarin, bahwa makna dari kegiatan ini adalah sebuah bentuk ekspresi rasa syukur karena kita sudah diberi kenikmatan besar dari alam. Suatu aksi persembahan untuk alam, dengan semangat “peduli” “menghargai” dan kembali” kepada alam. Suatu sikap positif di mana kita, berusaha untuk memanfaatkan alam sebaik-baiknya tanpa merusaknya. Sebuah motivasi untuk berbuat baik lagi untuk alam, sebuah perjalanan inspirasi untuk mencapai keselarasan dan harmoni kehidupan kita dengan alam, untuk masa depan yang lebih baik. Sebuah wujud pelepasan emosi kerinduan akan alam, sekaligus pencarian kembali makna ketenangan jiwa dan kesegaran pikiran dalam menikmati hidup sebagai bagian dari alam.
Ini adalah Seminar sekaligus workshop bertemakan alam pertama yang pernah saya kunjungi. Melihat kondisi alam yang semakin hari semakin memprihatinkan memang cocok banget dengan tema kegiatan ini. Diramaikan oleh banyak komunitas bertemakan alam, seperti Semarang berkebun, Kelompok Studi Lingkungan (KSL), Athmosphere, Semarang Reptile Community (SMART).
Bukti dukungan dari saya sendiri adalah dengan datang ke acara seminar skaligus workshop investo, mengikuti serangkaian lomba yang diadakan kompas muda, menjadi salah satu friendlist kompas muda dalam facebook dan twitter, menjadi salah satu personil kelompok studi lingkungan di undip, ikut serta dalam kegiatan mangrove yang kerap kali diadakan KSL undip.


Yup, acara Investo atau Investasikan Energimu Untuk Bumi ini emang keren banget, sayangnya kemaren dian cuma sempat muter-muter di sebagian stan yang ada saja, gak semuanya, belum sempat juga melihat-lihat acara yang sedang berlangsung di panggung utama yang dihadiri oleh rini idol *wah fans berat nih*. Padahal di sana banyak yang keren-keren, ada workshop, pameran, lomba-lomba juga. Semoga kedepannya bakal ada event-event keren yang bertemakan Lingkungan seperti ini lagi. Sukses terus buat smuanya, hidup mahasiswa!

koran praktis, habis baca langsung di makan



Begitu isinya dibaca habis, biasanya koran langsung ditumpuk dan kalau sudah banyak dijual kiloan. Namun, ide awak redaksi Metro, sebuah koran yang terbit di Inggris, dan sejumlah ahli makanan benar-benar melompat keluar dari pakem itu.
Mungkin terinspirasi Willy Wonka, tokoh dalam film Chocolate Factory, yang membuat segala sesuatu di sekitar kita bisa dimakan, mereka menciptakan bentuk koran Metro yang bisa dimakan.
Seperti dilansir situs Metro.co.uk, kerja sama itu menghasilkan koran yang bisa dimakan. Jadi begitu selesai dibaca, koran tak perlu dibuang, tetapi langsung dimakan saja.
Heston Blumenthal, si ilmuwan kuliner, punya peran besar dalam mewujudkan ide unik ini. "Koran yang bisa dimakan ini sedikit banyak merupakan obsesi saya," katanya. Soal rasa bagaimana? Para relawan sudah mencabik-cabik koran itu dengan gigi mereka dan menelannya. Mereka pun menganggukkan kepala dan menilai koran itu lezat.
Tentu saja produksi koran itu tidak hanya membutuhkan editing yang ketat, tetapi pengolahan adonan yang cermat pula. Adonan itu sendiri terdiri atas tepung maizena, minyak sayur, permen arab, air dan asam sitrat yang dimasak hingga menjadi pasta liat dan dibentuk menjadi lembaran. Pasta itu kemudian ditaburkan ke lembaran tipis itu melalui kasa sutra yang diatur sedemikian rupa menjadi headline, foto dan artikel.
Proses pembuatan dan pencetakan koran lezat ini membutuhkan beberapa jam. Untuk mengeringkannya butuh waktu sedikit lama. Untuk polesan terakhir, koran itu diberi aroma vanila yang baunya lembut.
Charles Bouquet, dari Edible Paper Company, mengatakan proyek itu akan mendorong kebiasaan daur ulang dalam masyarakat. "Kami berharap ini memberikan tambahan aroma pada berita dan menyajikan menu isu-isu terkini yang lebih berwarna."

28 January, 2012

Iseng Berhadiah

Yaah… ini dia kompetisi yang menurut saya lain dari yang lain, karena selain mengadu kreativitas, tetapi juga dapat menambah wawasan akan pentingnya menjaga kelestarian alam. Kondisi alam yang semakin memprihatinkan  ini, tentu sudah menjadi buah bibir publik pada abad ini. Hal ini karena menurut beberapa penelitian, kondisi alam sekitar sudah sangat minim disertai dengan laju pertambahan penduduk dunia yang semakin meningkat. Bekerjasama dengan Pertamina, dan beberapa sponsorship lainnya Kompas MuDA memeriahkan ulang tahunnya yang ke-5 dengan mengadakan beberapa kompetisi untuk tingkat pelajar dan mahasiswa. Kompetisi WEB Kompas MuDA  ini merupakan salah satu kompetisi dari beberapa kompetisi yang diadakan. Kompetisi ini mengangkat tema yang sangat fenomenal dengan kondisi saat ini, yaitu "INVESTASIKAN ENERGIMU UNTUK BUMI". Suatu tema yang sangat menarik dan sayang jika dilewatkan begitu saja.
Saya mengetahui kompetisi ini melalui budhe saya. Yah, walaupun saya agak terlambat mengetahui info ini. Kadang saya berpikir untuk mengobati penasaran dengan kegagalan, daripada tenggelam dengan rencana jadi apapun hasilnya saya tetap berniat untuk mengikuti kompetisi ini karena saya ingin mempunyai pengalaman dan wawasan yang lebih luas ketika menulis sesuatu yang bermanfaat. Jadi, apapun yang terjadi yang penting mencoba dulu. Saya juga mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang ikut berpartisipasi dalam menyelenggarakan kompetisi ini. Kegiatan ini memberi manfaat bagi kami, mudawan Indonesia di tengah maraknya berbagai kasus yang menjerat muda-mudi Indonesia, seperti narkoba, seks bebas, pornografi, dan whatever apapun itu, terlalu banyak masalah yang menjerat muda-mudi masa kini jadi alangka baiknya jikalau muda-mudi Indonesia lebih banyak memanfaatkan waktu yang ada dengan mengikuti kegiatan-kegiatan seperti ini. Haha tua banget ini omongan, yaudalah yang penting Hidup mahasiswa!
Tunjukkan bahwa kita bangsa yang peduli Lingkungan.
ingat Berpikirlah 1kali, bertindaklah 2 kali, evaluasilah 3 kali, terima hasilnya berkali2.
SEMANGAT !!

26 January, 2012

Cintai Lingkunganmu



"CANTIK-cantik kok buang sampah sembarangan sih?" Ups, jangan sampai dapet komentar seperti itu. Tak dapat dipungkiri, kebiasaan jelek yang dapat merusak lingkungan bisa menurunkan kadar kecantikanmu. Percuma saja memakai pakaian yang fashionable, perawatan wajah mahal dan alami, tidak lupa pakai parfum keluaran terbaru dari luar negeri pula, tetapi suka seenaknya buang sampah sembarangan. cih!

Ladies, coba kita lihat lingkungan di sekitarmu, berapa banyak sampah yang menumpuk? Kalau kita berpikir, "bodo amat, bukan cuma gw yang buang sampah sembarangan," Itu menunjukkan kalau lu belum mencintai lingkungan lu dengan sepenuh hati. Jika kebiasaan kya gini lu biarin, bayangkan beberapa tahun lagi, nggak mau dong kalau lu harus mandi dengan air yang bau limbah atau jadi korban banjir.

Mencintai lingkungan adalah sebuah upaya yang harus dibiasakan. Tidak hanya kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, ada beberapa kebiasaan lain yang harus lu lakuin sebagai bukti bahwa lu mencintai dan peduli pada lingkungan hidup. Menjadi perempuan cantik tidak hanya di luar, tetapi dibuktikan dengan sikap yang baik, termasuk:

Sayang Air Bersih
Pada kenyataannya beberapa kota di Indonesia mulai mengalami krisis air bersih dan masih terjadi hingga saat ini. Jika lu ga percaya, silahkan cek di berbagai mesin pencari. Mungkin masalah yang satu ini belum terlalu rasakan karena masih menikmati limpahan air bersih setiap saat. Tetapi tidak ada salahnya jika kita juga mulai mencintai persediaan air bersih, sehingga anak cucu kita juga dapat menikmati air bersih yang layak.
Semisal saat kita mencuci wajah, jangan terus membiarkan keran wastafel mengalir dari awal hingga akhir. Tampung air di dalam cawan dan perkirakan jumlahnya untuk mencuci wajah Anda. Kebiasaan yang kecil ini bisa menampung jutaan galon persediaan air bersih setiap tahun.

Bawa Tas Belanja dari Rumah
We love shopping, right? haha...Sekarang bayangkan berapa tumpukan kantong plastik yang kita kumpulkan setiap selesai berbelanja. Lalu kalikan dalam kurun waktu satu tahun. Lalu kalikan lagi dengan berapa banyak jumlah penduduk dunia, baik pria dan wanita yang memang membutuhkan wadah untuk menampung barang belanjaan mereka. Lebih parah lagi jika plastik tersebut tidak dapat didaur ulang secara alami.

Untuk mengurangi limbah kantong plastik, kita bisa membawa tas dari bahan kain sebelum berbelanja. Selain bisa melindungi Bumi dari tumpukan sampah plastik, tas yang Anda gunakan bisa dipakai berkali-kali. kita bisa memilih tas dari bahan kanvas misalnya. Takut terlihat kuno? Percaya deh, tidak ada yang lebih seksi dan menawan daripada perempuan yang pintar merawat diri sekaligus peduli dengan lingkungan hidup serta melakukan contoh nyata.

Jeli Membuat Barang Daur Ulang
Tidak semua sampah harus di buang dan berakhir di Tempat Pembuangan Akhir. Kita bisa memakai berbagai sampah yang terbuang dan disulap menjadi berbagai aksesoris daur ulang. Sulit? Cape? Ribet? Kata siapa? nyoba aja belom udah bilang susah? ah pemalas kali kau nak!
Kita bisa melihat berbagai tutorial yang ada di berbagai website, salah satunya adalah Youtube. Contoh-contoh fashion item hasil daur ulang kreatif ada dalam artikel Tas, Clutch, Pita dan Dasi Dari Koran Bekas.

Hilangkan anggapan bahwa memakai barang bekas yang seharusnya menjadi sampah tidak keren sama sekali. Dengan membuat berbagai fashion item dari sampah yang masih bisa dipakai, Kita bisa semakin kreatif, tidak ada yang meniru fashion item kita, dan semakin banyaknya masyarakat yang sadar pentingnya menjaga lingkungan hidup, mahir membuat barang daur ulang bisa menjadi lahan bisnis yang menjanjikan.

Biasakan Naik Sepeda atau Jalan Kaki
Jika lokasi yang kita tuju memang jauh, why not? silahkan memakai kendaraan bermotor. Tetapi jika kita hanya akan pergi ke swalayan yang jaraknya tidak lebih dari 500 meter, kenapa enggak jalan aja? karena naik kendaraan hanya akan menambah jumlah polusi udara jika Anda memakai kendaraan bermotor. Anda pasti miris melihat angka pencemaran polusi udara yang ditunjukkan oleh alat penghitung jumlah polusi udara yang sudah banyak terpasang di berbagai sudut jalan-jalan besar.

Agar udara yang kita hirup tetap segar, kenapa tidak mencoba untuk kembali berjalan kaki untuk mencapai tempat-tempat yang tidak terlalu jauh atau naik sepeda ke kantor? Selain lebih sehat untuk tubuh dan kesehatan, kegiatan tersebut akan sangat membantu pengurangan jumlah polusi, sekaligus menghemat jumlah persediaan bahan baku minyak Bumi yang semakin menipis.

Ikuti Perkembangan Organisasi Pelestarian Lingkungan
Menyaksikan peragaan busana, perawatan tubuh di salon dan datang ke sebuah butik memang menyenangkan. Hanya saja, sebagai perempuan cantik yang sadar akan perkembangan lingkungan, jangan cuek dengan berbagai berita dan perkembangan lingkungan yang ada di sekitar. Coba selalu cari tahu berita mengenai lingkungan hidup, tidak hanya di Indonesia, tetapi di seluruh dunia.

Anda bisa mengujungi berbagai situs lingkungan hidup, misalnya saja http://www.unep.org yang merupakan situs resmi dari United Nations Environment Programme. Dari Indonesia, Anda bisa mengunjungi situs http://www.walhi.or.id. Ikuti juga berita dari Greenpeace dari setiap negara. Tidak ada salahnya jika kita bergabung dengan organisasi lingkungan hidup untuk meramaikan penghijauan dan berbagai kegiatan cinta lingkungan.

Jika kita sudah membiasakan diri untuk mencintai lingkungan, maka tidak hanya kita yang akan merasakan kondisi lingkungan yang semakin membaik. Anak cucu kita nanti juga akan menikmati Bumi yang hijau dengan limpahan air bersih dan bebas dari berbagai polusi. Semakin peduli lingkungan hidup, aura cantikmu semakin terpancar. Hey Ladies!

LONDON, KOMPAS.com -- Stella Nina McCartney akan meluncurkan produk kacamata ramah lingkungan tahun depan. Lebih dari 50 persen bahannya bersifat alami dan terbarukan.
Perancang fashion dan penggiat aksi peduli lingkungan dari Inggris ini merupakan seorang vegetarian dan menolak untuk menggunakan kulit atau bulu binatang dalam karyanya. Kepada WWD, putri Paul McCartney dari (mendiang) Linda ini mengatakan, "Tantangan terbesar adalah jumlah waktu yang dihabiskan untuk penelitian dan pengujian untuk mendapatkan produk dengan kualitas terbaik, mungkin dengan kinerja tertinggi dalam hal ketahanan, sementara tetap memertahankan gaya dan kesempurnaan, yang selalu kami coba untuk mencapainya." Ini bukan kali pertama Stella membuat kacamata Self-Energy Generating Glasses.
Self-Energy Generating Glasses (SIG Glasses) adalah kacamata hitam atau boleh dibilang "kacamata gaul" yang juga sekaligus merupakan alat untuk isi ulang baterai.
Dengan menggunakan kaca khusus maka kacamata ini selain untuk melindungi anda dari sinar UV juga berfungsi seperti layaknya sel surya (solar cell) yang akan menyerap energi matahari dan mengubahnya menjadi tenaga listrik.
Didisain oleh  Hyun-Joong Kim dan Kwang-Seok Jeong, bagian belakang rangka kacamata telah disediakan kabel untuk isi ulang gadget.
Masih menurut mereka, material/ bahan yang digunakan juga ramah lingkungan.
Semoga saja kacamata seperti ini terwujud mengingat pasti kita sering menggunakan kacamata hitam pada saat berkendara.

Kerjasama Kementerian Lingkungan Hidup dan IPB



Indonesia merupakan daerah yang rentan terdahap perubahan iklim dan juga berpotensi memberikan kontribusi terhadap peningkatan emisi GRK. Demikian disampaikan Deputi Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan dan Perubahan Iklim yang diwakili oleh Asisten Deputi Urusan Mitigasi dan Pelestarian Fungsi Atmosfir dalam sambutan Simosium Penelitian Perubahan Iklim pada tanggal 3 Oktober 2011 di IPB International Convention Center, Bogor. Disampaikan juga bahwa sudah banyak peneliti Indonesia baik dari kalangan pemerintah, akademisi maupun organisasi non-pemerintah melakukan kajian ilmiah terkait kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Namun demikian masih belum termanfaatkan secara optimal dan belum mengakomodasi dengan baik berbagai persoalan mendasar dan mendesak yang dibutuhkan untuk mengatasi pemanasan global dan perubahan iklim ini.
Simposium hasil kerjasama Kementerian Lingkungan Hidup dan Institut Pertanian Bogor ini dibuka oleh Prof. Dr. Ir. Bambang Pramudya N, M.Eng selaku Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) - IPB dalam sambutannya disampaikan bahwa perumusan solusi pemasalahan perubahan iklim yang komplek dari hulu ke hilir, baik untuk kegiatan mitigai maupun adaptasi merupakan pekerjaan besar yang membutuhkan kerjasama multidisiplin antar peneliti serta harus melibatkan peran pemerintah dan para stakeholder.

Disamping dalam rangka mengkristalkan bentuk forum ilmiah yakni IPCC_indonesia, agenda Simposium ini juga mempresentasikan kegiatan riset dan kajian ilmiah serta beberapa seleksi hasil penelitian IPB terkait mitigasi dan adaptasi perubahan iklim selama lima tahun terakhir.

Dalam Sesi I terkait dengan kegiatan riset dan kajian ilmiah disajikan beberapa paparan antara lain :
  1. Kegiatan riset IPB untuk mendukung pembangunan sistem pertanian yang tahan terhadap pemanasan global dan   perubahan iklim (Dr. Rini Hidayati);
  2. Aspek sosial dan kelembagaan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan mitigasi dan adaptasi di daerah (Dr. Lala Kolopaking)
  3. Kajian ilmiah perubahan iklim dan hubungan dengan kejadian iklim ekstrim di Indonesia (Dr. Akhmad Faqih).

Sedangkan pada Sesi Penelitian terkait Adaptasi Perubahan iklim dipresentasikan : (1) Teknologi Pengelolaan Air Hujan di Perkebunan Kelapa Sawit sebagai upaya adaptasi perubahan iklim (Prof Dr. Handoko); (2) Pengelolaan Dampak perubahan iklim global terhadap perikanan (Dr. Sulistyono dkk); (3) Strategi Pengendalian hama dan penyakit tanaman akibat perubahan iklim (Dr. Suryo Wiyono) dan (4). Pengembangan sekolah lapang iklim dalam mendukung petani menghadapi masalah pemanasan global dan perubahan iklim (Prof. Rizaldi Boer).

Sesi terakhir disampaikan hasil pelitian terkait dengan Mitigasi Perubahan iklim yakni :
  1. Dampak Ekonomi makro pelaksanaan kegiatan mitigasi perubahan iklim pada lahan gambut (Dr. Lukytawati Anggraeni)
  2. Peran lautan Indonesia sebagai rosot GRK? (Dr. Aryo Damar)
  3. Teknologi peningkatan produktivitas ternak ruminansia yang rendah emisi (Dr. Suryahadi, Dr. Idat G Permana)
  4. Teknologi Pengelolaan Tata Air di Lahan Gambut untuk menekan emisi GRK (Prof. Dr. Budi Indra).

Diskusi ditutup dengan pemantapan model IPCC Indonesia yang terdiri dari :
  1. Komite Pengarah
  2. Kelompok Kerja, dan Sekretariat. Kelompok Kerja tidak bersifat mutlak dan dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan, dimana dalam Kelompok Kerja ini terdiri dari para pakar dan praktisi yang berasal dari berbagai perguruan tinggi, lembaga penelitian, perhimpunan profesi, ikatan tenaga ahli, asosiasi pengusaha, asosiasi pemerintah daerah dan organisasi non-pemerintah. 
  3. Luaran yang diharapkan dari Kelompok Kerja ini adalah Laporan Sintesis (Synthesis Report), Laporan Khusus (Special Report) dan Laporan Teknis yang merupakan tambahan terhadap laporan sistesis atau khusus. Laporan Sintesis merupakan luaran kunci dari forum ini yang akan bermanfaat khususnya bagi pembuat kebijakan. Laporan Khusus berisikan hasil analisis dan kajian yang mendalam terhadap masalah tertentu terkait dengan inventarisasi, mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Agenda selanjutnya akan diadakan Simposium serupa bekerjasama dengan Universitas Mulawarman yang direncanakan pada tanggal 18 Oktober 2011 di Samarinda dan sebagai puncak acara rangkaian agenda di tahun 2011 ini, akan dilaksanakan agenda National Summit Meeting on Climate Change yang direncanakan di Bali pada tanggal 25 Oktober 2011. Diharapkan pada acara Summit Meeting ini dapat diperoleh kesepakatan penyusunan Workplan 2012 – 2015 sesuai dengan perkembangan isu strategis perubahan iklim.